Tiga tahun kemudian, aku dan Sete Gbernau kebetulan bertarung di sirkuit dan trek yang sama. Ia sepertinya berharap aku melakukan hal yang serupa seperti yang terjadi pada Biaggi. Ia juga tampaknya tahu apa yang akan terjadi di putaran terakhir saat aku mencoba mendahuluinya pada beberapa tikungan tajam sebelumnya. Namun, aku ternyata telah membuat satu kesalahan fatal, akibatnya Gibernau berhasil mendahuluiku lagi. Kemudian, aku putuskan untuk mengambil posisi di sebelah dalam saat mulai menuju tikungan yang menanjak, dengan demikian, aku akan bisa mendahuluinya persis saat kami meluncur ke bawah. Aku ingin lekas-lekas mendahuluinya sebelum melintasi trek menurun yang panjang itu. Aku memang berhasil melakukan ketika kamu memasuki tikungan panjang dan sudut tanjakan berubah.
"Aku berhasil," demikian teriakanku dalam hati. Namun, kegembiraan itu ternyata hanya semetara. Ada yang tidak kuduga sama sekali. Gibernau menahan remnya lalu segera menempel rapat disebelahku hingga kami berpacu naik ke arah bukit bersamaan. Motor hondanya terasa seperti sedikit membentur ujung roda depan yamaha yang kukendarai. Tiba-tiba saja aku melihatnya mulai bergerak melebar dan terlalu melebar. Ia ternyata tak mampu menyelesaikan tikungan itu.
"Oh, kau akan melebar kan...yeah, kau benar-benar melebar..ya...ya, kau tak bisa menghindarinya.. kau terlalu melebar... aku mempu melaluinya!" demikian sorakku dalam hati begitu aku mulai menekan gas dan segera melesat jauh mendahuluinya.
Pada trek seperti itu, kamu melaju sangat cepat dalam posisi miring. Kamu takkan bisa menyentuh rem, juga menegakkan badan. Sekali berada dalam situasi itu, kamu takkan bisa kemana-mana lagi. Kesalahan sekecil apapun, terutama saat berada dalam kecepatan yang tak tepat, membuat riwayatmu tamat.
Gibernau melaju terlalu kencang saat memasuki tikungan, sedangkan aku melaju dengan kecepatan ideal. Aku berhasil mendahuluinya, melaju terus hingga menyelesaikan putaran terakhir, menikung pelan ke kanan sama persis dengan apa yang pernah kulakukan tiga tahun sebelumnya.
Itulah kemenanganku pada kejuaraan Autralian Grand Prix 2004. Aku memang bersama Yamaha. Mengalahkan Honda. Dan aku berhasil meraih kembali predikat Juara MotoGP.
